Informasi

Bagaimana Cara Menjaga Keamanan Aset dan Wallet Crypto?

Panduan praktis untuk melindungi seed phrase, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), memilih jenis wallet yang sesuai, menggunakan perangkat aman, serta memeriksa alamat dan jaringan sebelum mengirim crypto.

BBC8 menit baca
Bagaimana Cara Menjaga Keamanan Aset dan Wallet Crypto?

Keamanan aset crypto sangat bergantung pada cara pengguna mengelola wallet, melindungi informasi akses, dan memeriksa setiap transaksi. Berbeda dengan rekening konvensional, transaksi blockchain yang sudah dikonfirmasi umumnya tidak dapat dibatalkan hanya dengan menghubungi pihak pengirim atau membatalkan pembayaran.

Karena itu, menjaga keamanan crypto tidak cukup hanya menggunakan wallet yang dianggap aman. Pengguna juga perlu melindungi private key dan seed phrase, mengaktifkan autentikasi tambahan, menghindari tautan mencurigakan, serta memastikan alamat dan jaringan sebelum mengirim aset.

Berikut langkah-langkah penting untuk melindungi aset dan wallet crypto dari risiko kehilangan, pencurian, maupun penyalahgunaan.

Lindungi Private Key dan Seed Phrase

Private key dan seed phrase merupakan informasi paling penting dalam pengelolaan wallet crypto yang menggunakan sistem self-custody.

Private key adalah kunci kriptografi yang digunakan untuk mengotorisasi transaksi dan membuktikan kendali atas aset pada suatu alamat blockchain. Sementara itu, seed phrase merupakan rangkaian kata yang dapat digunakan untuk memulihkan wallet dan menghasilkan kembali kunci-kunci terkait.

Jika seseorang memperoleh seed phrase atau private key, ia berpotensi mengambil alih kendali atas aset yang terkait dengan wallet tersebut.

Beberapa langkah perlindungan yang perlu dilakukan:

  • Jangan pernah membagikan private key atau seed phrase kepada siapa pun.

  • Jangan menyimpannya dalam percakapan, email, atau catatan online yang tidak terlindungi.

  • Hindari mengambil screenshot seed phrase yang tersimpan di galeri atau layanan sinkronisasi cloud.

  • Simpan salinan cadangan secara offline di tempat yang aman.

  • Jangan memasukkan seed phrase ke situs yang tidak dapat dipastikan keasliannya.

Ingat: pihak yang mengaku sebagai customer support, admin komunitas, atau petugas pemulihan wallet tidak membutuhkan seed phrase Anda untuk memberikan bantuan.

Gunakan Wallet Sesuai Kebutuhan dan Pahami Jenisnya

Wallet crypto tidak semuanya memiliki mekanisme pengelolaan aset yang sama. Memahami jenis wallet membantu pengguna mengetahui siapa yang mengendalikan private key dan bagaimana akses terhadap aset dapat dipulihkan.

Secara umum, terdapat dua kategori utama.

Self-custody wallet

Self-custody wallet memberikan kendali langsung kepada pengguna atas private key. Pengguna bertanggung jawab mengamankan informasi pemulihan dan melakukan transaksi.

Keuntungannya adalah kendali aset berada pada pengguna. Namun, kehilangan seed phrase atau private key dapat menyebabkan akses terhadap aset hilang secara permanen.

Custodial wallet

Custodial wallet merupakan wallet yang pengelolaan private key atau akses asetnya berada di bawah tanggung jawab penyedia layanan.

Pengguna biasanya mengakses saldo melalui akun dan sistem autentikasi platform. Model ini dapat mempermudah penggunaan, tetapi pengguna bergantung pada keamanan, kebijakan, dan operasional penyedia layanan.

Sebelum menggunakan layanan custodial, periksa reputasi penyedia, mekanisme keamanan akun, kebijakan penarikan, dan prosedur pemulihan akses.

Tidak ada satu jenis wallet yang otomatis paling aman untuk semua kebutuhan. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan cara penggunaan dan kemampuan pengguna dalam mengelola keamanan.

Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA) menambahkan lapisan perlindungan saat seseorang mencoba masuk ke akun.

Dengan 2FA, kata sandi saja tidak cukup untuk menyelesaikan proses autentikasi. Pengguna juga perlu memberikan faktor verifikasi tambahan.

Jika layanan mendukungnya, pertimbangkan menggunakan aplikasi autentikator atau security key. Hindari hanya mengandalkan kata sandi tanpa perlindungan tambahan.

Beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan:

  • Aktifkan 2FA pada akun yang mendukungnya.

  • Gunakan kata sandi unik untuk setiap layanan.

  • Jangan membagikan kode OTP kepada siapa pun.

  • Simpan kode pemulihan akun secara aman.

  • Periksa notifikasi login yang tidak dikenali.

2FA dapat mengurangi risiko pengambilalihan akun, tetapi tidak menggantikan perlindungan private key dan seed phrase. Jika informasi wallet sudah bocor, autentikasi akun saja belum tentu dapat melindungi aset.

Waspadai Phishing dan Penipuan Crypto

Phishing adalah upaya mencuri informasi sensitif dengan menyamar sebagai situs, aplikasi, atau pihak yang terlihat tepercaya.

Dalam ekosistem crypto, phishing sering dilakukan melalui situs wallet palsu, tautan klaim hadiah, pesan dukungan palsu, atau aplikasi yang menyerupai layanan resmi.

Pelaku biasanya berusaha membuat korban memasukkan informasi login, private key, atau seed phrase.

Ciri-ciri phishing crypto

Perhatikan beberapa tanda berikut:

  • Tautan menggunakan nama domain yang mirip tetapi tidak sama dengan situs resmi.

  • Pesan mendesak pengguna untuk memverifikasi wallet atau menghindari pemblokiran akun.

  • Ada permintaan seed phrase atau private key.

  • Penawaran hadiah crypto dengan syarat menghubungkan wallet.

  • Aplikasi meminta izin transaksi yang tidak sesuai dengan tujuan pengguna.

  • Akun media sosial mengaku sebagai customer support dan meminta informasi rahasia.

Cara menghindari phishing

  1. Ketik alamat situs resmi secara langsung atau gunakan bookmark yang sudah diverifikasi.

  2. Periksa domain sebelum memasukkan informasi akun.

  3. Jangan membuka tautan dari pesan yang tidak dikenal.

  4. Unduh aplikasi dari sumber resmi dan periksa identitas pengembang.

  5. Jangan menyetujui permintaan koneksi atau transaksi wallet yang tidak dipahami.

  6. Abaikan pihak yang meminta seed phrase atau private key.

Jika menerima pesan yang mengaku berasal dari layanan crypto, lakukan verifikasi melalui kanal komunikasi resmi yang tercantum pada situs layanan tersebut.

Periksa Alamat dan Jaringan Sebelum Mengirim Crypto

Kesalahan pengiriman merupakan salah satu risiko yang dapat menyebabkan aset sulit dipulihkan.

Sebelum mengirim crypto, pengguna harus memastikan alamat tujuan dan jaringan yang digunakan benar-benar sesuai dengan instruksi penerima.

Sebagai contoh, USDT tersedia pada beberapa jaringan, termasuk ERC20, TRC20, dan BEP20. Meskipun nama asetnya sama, jaringan pengiriman harus sesuai dengan jaringan yang didukung oleh penerima.

Lakukan pemeriksaan berikut sebelum mengonfirmasi transaksi:

  • Pastikan nama aset yang akan dikirim.

  • Cocokkan jaringan pengiriman dengan jaringan penerima.

  • Salin alamat dari sumber resmi.

  • Periksa kembali alamat setelah ditempelkan.

  • Pastikan nominal dan biaya transaksi sudah benar.

  • Periksa apakah penerima membutuhkan memo atau tag tambahan.

Untuk alamat baru atau transaksi bernilai besar, pertimbangkan melakukan transfer percobaan dalam jumlah kecil apabila memenuhi ketentuan minimum penerima.

Jangan menganggap alamat yang memiliki format serupa otomatis kompatibel dengan semua jaringan.

Gunakan Perangkat yang Aman

Keamanan wallet juga dipengaruhi oleh perangkat yang digunakan untuk mengaksesnya. Komputer atau smartphone yang terinfeksi malware dapat menjadi jalur pencurian informasi dan pengambilalihan akun.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan:

Perbarui sistem operasi dan aplikasi

Gunakan versi terbaru sistem operasi, browser, aplikasi wallet, dan perangkat lunak keamanan. Pembaruan biasanya mencakup perbaikan bug serta celah keamanan.

Hindari aplikasi yang tidak jelas

Jangan menginstal aplikasi wallet dari tautan yang dibagikan oleh pihak tidak dikenal. Periksa nama aplikasi dan pengembang sebelum mengunduh.

Gunakan pengamanan perangkat

Aktifkan PIN, kata sandi, biometrik, atau mekanisme penguncian layar yang tersedia. Jangan membiarkan perangkat terbuka tanpa pengawasan.

Berhati-hati menggunakan jaringan publik

Hindari melakukan transaksi penting atau memasukkan informasi sensitif melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak tepercaya. Jika memungkinkan, gunakan jaringan pribadi yang terlindungi.

Pisahkan aktivitas berisiko

Hindari menggunakan perangkat yang sama untuk mengunduh aplikasi tidak dikenal, membuka file mencurigakan, dan mengelola aset bernilai besar.

Perhatikan Izin Wallet dan Smart Contract

Ketika menggunakan aplikasi terdesentralisasi atau DEX, pengguna mungkin diminta menghubungkan wallet dan memberikan izin kepada smart contract.

Salah satu jenis izin yang perlu diperhatikan adalah token approval. Izin ini dapat memungkinkan smart contract menggunakan token tertentu dari wallet sesuai batas dan ketentuan yang disetujui.

Jika memberikan izin tanpa memahami fungsinya, pengguna berpotensi memberikan akses lebih besar daripada yang diperlukan.

Sebelum menyetujui permintaan wallet:

  • Periksa identitas aplikasi dan alamat smart contract.

  • Pastikan transaksi sesuai dengan tindakan yang ingin dilakukan.

  • Perhatikan jumlah atau batas token yang diizinkan.

  • Hindari memberikan unlimited approval jika tidak diperlukan.

  • Periksa dan cabut izin yang tidak lagi dibutuhkan melalui fitur yang tepercaya dan sesuai jaringan.

Mencabut izin yang tidak diperlukan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan approval, tetapi tidak otomatis membatalkan transaksi yang sudah terjadi atau mengembalikan aset yang sudah dicuri.

Buat Cadangan Wallet dan Siapkan Pemulihan Akses

Kehilangan perangkat tidak selalu berarti aset crypto hilang. Jika pengguna memiliki cadangan pemulihan yang benar dan aman, wallet self-custody dapat dipulihkan melalui perangkat yang kompatibel.

Namun, proses pemulihan hanya dapat dilakukan jika informasi yang diperlukan masih tersedia.

Untuk mengurangi risiko kehilangan akses:

  1. Pastikan seed phrase atau metode pemulihan tersimpan dengan benar.

  2. Simpan cadangan di lokasi terpisah yang aman.

  3. Jangan menyimpan seluruh informasi pemulihan pada satu perangkat.

  4. Pastikan Anda memahami prosedur pemulihan wallet yang digunakan.

  5. Jangan menguji pemulihan melalui situs atau aplikasi yang tidak resmi.

Untuk aset bernilai besar, pengguna dapat mempertimbangkan penggunaan hardware wallet. Perangkat ini dirancang untuk menyimpan private key secara terpisah dari komputer atau smartphone yang digunakan sehari-hari.

Namun, hardware wallet bukan perlindungan mutlak. Seed phrase tetap harus dijaga karena informasi tersebut dapat digunakan untuk memulihkan wallet pada perangkat lain.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Wallet atau Aset Crypto Terancam?

Jika menduga wallet atau akun telah disusupi, segera lakukan tindakan untuk membatasi kerugian.

Jika menggunakan self-custody wallet

Jika private key atau seed phrase diduga sudah diketahui pihak lain:

  1. Buat wallet baru menggunakan perangkat dan lingkungan yang aman.

  2. Amankan seed phrase wallet baru dan jangan pernah membagikannya.

  3. Jika masih memungkinkan, pindahkan aset yang tersisa ke wallet baru.

  4. Periksa riwayat transaksi dan izin smart contract yang mencurigakan.

  5. Cabut izin yang tidak diperlukan jika masih memungkinkan dan sesuai dengan kondisi jaringan.

Jika perangkat terinfeksi malware, jangan memasukkan seed phrase baru pada perangkat tersebut sebelum masalah keamanan ditangani.

Jika menggunakan custodial wallet

Jika akun pada platform diduga diambil alih:

  1. Ubah kata sandi melalui situs atau aplikasi resmi.

  2. Aktifkan atau perbarui autentikasi dua faktor.

  3. Gunakan fitur pengamanan atau pembekuan akun jika tersedia.

  4. Periksa riwayat login dan aktivitas penarikan.

  5. Hubungi dukungan resmi penyedia layanan.

Jika aset sudah berpindah melalui transaksi blockchain yang terkonfirmasi, segera kumpulkan TXID dan detail transaksi. Hubungi pihak terkait untuk melaporkan kejadian, tetapi pahami bahwa pengembalian aset tidak dapat dijamin.

Bagaimana BayarCrypto.com Membantu Penggunaan Crypto?

Keamanan aset tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan wallet, tetapi juga cara pengguna melakukan transaksi.

BayarCrypto.com dikembangkan untuk membantu pengguna memenuhi kebutuhan pembayaran dan pengiriman aset crypto dengan pengalaman yang lebih praktis, tanpa harus mengelola sendiri kompleksitas akun exchange atau wallet mandiri.

Dalam menggunakan layanan pembayaran crypto, pengguna tetap perlu memperhatikan instruksi transaksi, aset, jaringan, nominal, serta alamat tujuan yang ditampilkan.

Pastikan informasi tersebut sesuai sebelum menyelesaikan pembayaran. Jangan membagikan kata sandi, kode autentikasi, private key, atau seed phrase kepada pihak mana pun.

Dengan memahami keamanan wallet dan kebiasaan transaksi yang benar, pengguna dapat mengurangi risiko kesalahan maupun penyalahgunaan aset ketika menggunakan layanan berbasis cryptocurrency.

Bagikan artikel:

BayarCrypto

Bayar crypto dengan Rupiah, kirim ke wallet mana saja

Harga transparan, pembayaran lewat Virtual Account atau QRIS.

Mulai Transaksi
Cara Bayar Upgrade Akun dan Langganan dengan Crypto
Informasi

Cara Bayar Upgrade Akun dan Langganan dengan Crypto

Artikel ini membahas cara membayar upgrade akun premium dan langganan menggunakan cryptocurrency. Pembaca diajak memahami perbedaan pembayaran satu kali dan langganan berkala, memeriksa apakah layanan menerima pembayaran crypto, serta mengikuti langkah pembayaran dengan memastikan nominal, alamat wallet, dan jaringan yang digunakan sudah benar.

BC
Regulasi Crypto di Indonesia: Dampaknya bagi Pengguna
Informasi

Regulasi Crypto di Indonesia: Dampaknya bagi Pengguna

Regulasi aset crypto di Indonesia memengaruhi cara pengguna membeli, menjual, dan menggunakan cryptocurrency. Sejak 10 Januari 2025, pengawasan perdagangan aset crypto beralih dari Bappebti ke OJK, dengan ketentuan yang mencakup penyelenggara layanan dan perlindungan konsumen.

BC